![]() |
| Oleh: Umirah Ramata |
jika pagi ini rinduku masih harus dipendam pasir pepantai, mana
yang harus kuucap ketabahan?
jika selendang pelangi mewarnai jejak rinai hujan, bagian mana
yang harus kupilih menjadi untaian tali kesetiaan?
jika selaksa pagi mengharumkan namamu di setiap unjukan ufuk, sehidup mana
yang membuatku bertahan menarik-buang napas?
lalu, di ujung mentari yang menyinar. haruskah
aku tanya pada ujungujung percik cahayanya tentang
sesuatu yang menutupmu. seperti awan yang berwujud mendung
jejakku meradang mengharap ditelan saja pengharapan
lalu punah tanpa dulimu
sempurna mana yang berjudul nyawamu. hanya
membuat kegersangan menampar kesendiri
jejakan menit menghujamku ribuan tanya. seperih
apa luka yang tak bernama
tuturku tertelan ribuan rintik rembasan pilu
menjunjungku penuh selusuh
luruh
tak berujung semu
lalu kumendo'a hilang
tanpa tanya lagi
tanpa kelaraan lagi
tanpa harap lagi
dan biar sunyi membungkusku pekat
20130305, semanamana



0 komentar:
Post a Comment