"Brondong ... brondong ...."
Siapa yang tak mau makan brondong? Sudah manis, gurih dan pengisi perut yang baik. Kenapa pula dibilang baik? Tentu saja makanan manis baik untuk tubuh, asal jangan terlalu banyak. Tahu dong, kalau sesuatu yang cukup, pastinya tak berlebihan akan baik untuk tubuh. Selebihnya, akan jadi hal yang buruk untuk tubuh.
Siapa yang tak mau makan brondong? Sudah manis, gurih dan pengisi perut yang baik. Kenapa pula dibilang baik? Tentu saja makanan manis baik untuk tubuh, asal jangan terlalu banyak. Tahu dong, kalau sesuatu yang cukup, pastinya tak berlebihan akan baik untuk tubuh. Selebihnya, akan jadi hal yang buruk untuk tubuh.
Well, sepagi ini aku tak akan membahas masalah pembuatan brondong atau bagaimana cara menjadi penjual brondong yang baik. :P
Istilah brondong bagi yang dewasa, pasti sudah banyak yang mengerti, aku yakin. :) Bagaimana seseorang disebut brondong tanpa membawa jualan brondong di punggungnya, atau tanpa mebawa keranjang besar di belakang kendaraannya?
Dia berdiri begitu gagah, senyum merekah dan necis bo!
Dia berdiri begitu gagah, senyum merekah dan necis bo!
Hari ini terjadi percakapan yang purna sudah mengocok perutku. Setelah tak begitu panjang tentang pengenalan seorang brondong pada salah satu teman imutku.
Ia memberi saran, "Kenapa tak sama Teteh saja?"
Pertanyaan yang lugu, kenapa ia memanggilku Teteh, ya karena dia sudah kuanggap sebagai adikku yang paling adem, dan aku memanggilnya "Neng" dan tentu saja, umurnya di bawahku.
Ia memberi saran, "Kenapa tak sama Teteh saja?"
Pertanyaan yang lugu, kenapa ia memanggilku Teteh, ya karena dia sudah kuanggap sebagai adikku yang paling adem, dan aku memanggilnya "Neng" dan tentu saja, umurnya di bawahku.
Ya, siapa yang akan mengelak, brondong necis, senyum manis, gaya yang artis, dan yang pastinya, siapa saja bakal klepek dah (Dalam artian, tersepona memandangnya).
"Ga mau." Jawabku menanggapai pertanyaannya.
"Kenapa?"
"Banyak saingan." Ikon boneka menjulurkan lidah kuselipkan di belakangnya., "Setiap cewek yang dekat dengannya atau pernah bertemu dengannya pasti naksir. Dari yang masih unyu sampai yang udah tuwir."
"Aku enggak." Si Neng menyela cepat. Yang pastinya kami ingat, bahwa kami pernah berada dalam satu situasi bersama si brondong yang kami maksud.
"Kenapa?"
"Banyak saingan." Ikon boneka menjulurkan lidah kuselipkan di belakangnya., "Setiap cewek yang dekat dengannya atau pernah bertemu dengannya pasti naksir. Dari yang masih unyu sampai yang udah tuwir."
"Aku enggak." Si Neng menyela cepat. Yang pastinya kami ingat, bahwa kami pernah berada dalam satu situasi bersama si brondong yang kami maksud.
Kuberikan ikon terbahak padanya.
"Kamu kan matanya ga juling. Dan kebanyakan cewek di sini matanya juling. :P"
"Kamu kan matanya ga juling. Dan kebanyakan cewek di sini matanya juling. :P"
Aku terdiam sejenak. Bisa tak ya, si Neng salah mengartikan maksudku? Tanya yang terbesit di pikiran.
Neng, akhirnua memunculkam ikon tertawa terbahak.
"Tahu ga, artinya apa?" Tanyaku sedikit takut ia tak mengerti maksudku dan sedikit ... entahlah, mungkin cuma perasaanku saja.
"Ga."
Akhirnya bisa sedikit lega. Dengan terburu aku menjelaskan semua artinya. Dan beberapa kalimat meluncur cepat.
"Juling itu kan, kalau lihat ke mana, bola matanya ga sama,"
"Juling itu kan, kalau lihat ke mana, bola matanya ga sama,"
"Aku normal." Sela Neng cepat.
Haduh! Makiku dalam hati, ternyata memang benar apa yang aku pikirkan. Neng salah mengerti. Aku biarkan Neng dengan pikirannya, aku akan jelaskan padanya, dan ia akan mengangguk tertawa, pikirku.
" Jadinya yang punya pacar ya badannya ma pacarnya, tapi matanya lihat ke sana tapi juga ke mana. :D"
Dan berhasil, Neng mengirimkan ikon tertawa terbahak di chat kami.
Kosakata baru, tanpa menyebut playgirl atau jablai. :D
Well, itulah kehidupan, Kawan. Kesan apa yang akan menempel pada seseorang tentang kita, adalah bagaimana sikap kita pada mereka. Tak salah dengan brondong, karena punya banyak rasa. Dan brondong yang satu ini pastinya berkelas. Guys, you are the best. We love you.
And for my happy family. Kapan-kapan kita bahas brondong lagi ya .... :D
25102013
Oleh: Umirah Ramata
Oleh: Umirah Ramata


0 komentar:
Post a Comment