![]() |
| Oleh : Umirah Ramata |
Masih
sendu, jauh dari terangnya sinar malam itu, dengan canda tawa semua
yang melingkari sisiku. Aku masih berlarian mengejar senyummu, yang cuma
selintas memberi fatamorgana, di gurun-gurun rindu. Akhir waktu yang
menutup mata, siluetmu hadir. Menggapai segala sudut hampa.
Sejenak,
layangan tanganmu menyentuh pipi.Kita bicara saat itu. Saat mentari tak
lagi hadir menyilaukan rautmu. Kamu tetap utuh, Ilalangku dengan seribu
cahaya yang tak pernah padam. Kita pun tak pernah bernyanyi tentang
lagu cinta melalui alunan musik malam itu. Hanya "Na ... na ... na ..."
penuh makna, tanpa yang lain mengerti, kecuali kita.
Aku
dan kamu jadi sejarah. Dari dunia yang menghadirkanmu seperti Rama,
mewujudkanku Shinta tanpa cela tentang cinta. Kita. Berbincang apa saja
dengan malam yang tak pernah malu menyelimut. Siapapun boleh merekam.
Bahkan mampu cemburu dengan tatap elangmu yang menukik hatiku. Walau
dengan diam-diam bibirmu menari di panggung layar.
Kaulah
pesona tanpa cela."Aku suka dengan gambarmu yang terbaring menyambut
ilalang," Tetap seperti kamu. Dengan tawa sedikit tertahan dan bahu
datarmu berguncang, "Kapan kamu akan ke Paris?"
"Tahun depan, aku akan ada di sana untuk malam tahun baru" Katamu.
Andai
saja kau tahu apa pikirku. Sungguh, aku ingin kau bilang akan
menungguku di sana. Menatap ujung paling puncak menara. Atau menghitung
tiap jejak kita memutari kakinya. Atau pula berlarian mengejar syal
tipisku yang tertiup angin.
Nyatanya mungkin tak pernah
sama. Setelah kau tanya tentang apa yang akan aku lakukan. Kau hanya
mengaku "A bad boy" dan mencandaiku "A good girl".Aku tak mau ucapan
itu, karena sama saja.
Seperti apapun kau kata, selalu ada
ruang yang tak pernah tertutup rapat di sana. Di dalam sana. Saat semua
elemen tubuh bergetar mengucap mantra untukmu.
Seperti
lukisan malam kita di pantai impian. Cahaya lilin terpancar memantul di
hidung bangirmu. Aku tersipu malu, ketika jemari gagahmu mengusap
bibriku yang penuh busa cappuccino.
Aku. Masih saja berburu Paris di matamu. Di hatimu. Dan aku ingin menjelma menjadi udara. Peka. Dekat. Tanpa Celah.
Taipei, 2013 Oktober 2013



0 komentar:
Post a Comment