Ejaan Alam

Wednesday, October 23, 2013 0 komentar

Boleh aku duduk sebentar saja menanti senja bersamamu, Lang?
Menyambut semilir yang begitu damai menyapa bulubulu kita. Berbincang tentang mentari yang tersemat di butiran padi.

Di pematang itu, Lang.
Kita pernah berkejaran menangkap capung warna pelangi.
Bersembunyi di antara tumpukan jerami.
Dan saat malam, kita eja bintang di sana.
Lang, boleh aku bersandar di bahumu?
Sebentar saja.

Aku takut, Lang.
Takut waktu membawamu jauh dariku. Memutarbalikkan semua rasa dalam dada, lalu dalam sekejap kita punah bersama kenangan.

Aku takut, Lang.
Takut gemerlapnya dunia membawa jiwamu menghuni rumahnya.

Aku ingin kamu tetap di sini, Lang.
Di gubug yang kita bangun dengan tawa dan cinta.
Terbaring di tikar anyaman bambu yang kita buat dari ribuan rindu.

Lang, maafkan aku.
Jika sekarang bahumu basah.
Aku cuma minta padamu. Seperti prasasti yang kita ukir waktu itu.
Tetaplah jadi jiwaku, rinduku, dan hidupku.

Taipei, 24 oktober 2013
Oleh: Umirah Ramata

0 komentar:

Post a Comment

Followers

 

©Copyright 2011 Rumah Ramata | TNB