Kita tak seperti kemarin
Gunung-gunung pongah memisah
Menutup seluruh kepalamu
Menggencet tubuhku
Kita mulai beda, sayang
Sebagian pulau kau rengkuhi, sebagian lagi kau ludahi
Titik-titik yang kau sebut bintang itu menelanmu diam-diam
Dari ujung rambutmu, perlahan ke dadamu
Dan sekarang hanya tinggal bayang
Mencintaikah kau dengan sebotol bir itu?
Sedang kita pernah menikmati secangkir kopi di pagi buta
Begitu bahagiakah kau dengan hingar bingar yang pernah menelanku itu?
Sedang sepi pernah menjadikan kita pemimpi dari ribuan hari
Kejam, sayang
Aku melihat wajahmu hilang satu-satu berlarian mengejar semua itu
Aku melihat senyummu runtuh satu-satu tertinggal, terlepas dari semua itu
Kapan kau lelah, sayang?
Kembali membawa berbongkah-bongkah kalimat
Kita gemburkan dengan diksi-diksi maha
Membangun rumah di pematang jiwa
Sesekali,
Sujudlah!
Kita berjamaah
Berdoa agar secarik kertasmu dan kertasku
Tak sobek diteriaki waktu
Taipei, 190913
![]() |
| Oleh : Umirah Ramata |



0 komentar:
Post a Comment