![]() |
| Oleh: Umirah Ramata |
setiap tetes menit
menggantung di bibir senja
mengabadikan semua rasa dalam
ketiadaan nama yang tak mampu kuartikan
hitungan namamu genap sudah
menari bersama angin belai dekapan
terasa sangat berbeda
dekapan dalam tangan kehampaan
tiada memeluk dada yang begitu datar menghangatkan relungku
dulu
kini
dunia yang ada membawamu tertabur pada relung-relung pilu
menjauhkan segala indah arti wujudmu
bayang-bayang tentang kenang menempatkanmu dalam awan hitam
sebentar saja
akan turunkan rintik yang merindu bumi
namun
hilang artimu
cerminmu retak
parasmu tiba-tiba membungkam sapa
satu hujaman tepat di dada kiriku
rinaimu kini gigil
tak lagi mawar
dulu
kau tak begitu
Taipei, 25 Juli 13



0 komentar:
Post a Comment