Aku bisa bergelanyut manja di pundaknya
Bukan hanya saat duduk menikmati tenggelamnya senja
Tapi di saat aku berjalan di sampingnya
Ia selalu mendekap belakang punggungku dengan dadanya yang lebar dan tegap
Aku tenggelam, di besar tubuhnya
Hangat
Bukan hanya saat duduk menikmati tenggelamnya senja
Tapi di saat aku berjalan di sampingnya
Ia selalu mendekap belakang punggungku dengan dadanya yang lebar dan tegap
Aku tenggelam, di besar tubuhnya
Hangat
Mungkin saja, saat itu mentari cemburu, karena kehangatannya tergantikan olehnya
Tangan kekar yang kadang kudekap dengan dada berdegup kencang
Menjadi engsel kehidupan yang purna malaikat
Tawa yang tak pernah lepas
Senyum yang tak pernah sirna
Membuatku menjadi perempuan pendamping paling bahagia sedunia
Menjadi engsel kehidupan yang purna malaikat
Tawa yang tak pernah lepas
Senyum yang tak pernah sirna
Membuatku menjadi perempuan pendamping paling bahagia sedunia
Ah, kacamata itu terlihat pantas menempel di mata tajamnya
Barisan gigi putih yang terseringai bagai butiran salju
Lembut
Dialah sutra separuh hatiku
Barisan gigi putih yang terseringai bagai butiran salju
Lembut
Dialah sutra separuh hatiku
Tetap sama, dari yang semula sampai akhirnya
Rambut legam berombak serasi menopang dagunya yang bersih
Menyapa angin, hampir jatuh di pundaknya
Rambut legam berombak serasi menopang dagunya yang bersih
Menyapa angin, hampir jatuh di pundaknya
Dan aku
Selalu menyayanginya dari dulu sampai tutup usiaku
Karena ia
Adalah malaikat ilham dari surga
Selalu menyayanginya dari dulu sampai tutup usiaku
Karena ia
Adalah malaikat ilham dari surga
2013/11/18
![]() |
| Oleh: Umirah Ramata |



0 komentar:
Post a Comment