Puisi tertawa,
Berembun merenda pagi
Desir angin takluk pada
sahajanya
Sedang lirihnya mengundang
surya
Jarakku telah terikat di urat
nadi
Kemarin,
Puisi merayu
Mendayung biduk mimpi
Genggam bulan direstu langit
Senyumnya titian purnama
Mengembang sukma merajuk cinta
Semenit yang lalu,
Puisi merenung
Marah pada akar belukar
Pitam di hulu kesabaran
Memandang sangar berhukum
rimba
Taipei, 2012



0 komentar:
Post a Comment